Pages

Tuesday, July 30, 2019

The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga, IHSG Bakal Menguat

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menguat dengan angka cantik 1,23% ke level 6.376 pada Selasa (30/7/2019). Kemarin pelaku pasar terus mengkoleksi saham-saham unggulan yang terkoreksi dalam dua hari perdagangan kemarin.

Untuk perdagangan hari ini Rabu (31/07/2019), Tim Riset CNBC Indonesia memperkirakan IHSG akan bergerak menguat dengan rentang 6.350 hingga 6.450.


Dari Wall Street Amerika Serikat (AS), tiga indeks utama pada penutupan tadi pagi berakhir loyo. Indeks S&P 500 terpangkas 0,26%, sedangkan Nasdaq Composite ciut 0,24%, dan Dow Jones Industrial Average (DJIA) minus 0,09%.

Penyebabnya adalah Presiden Donald Trump yang memperbarui komentar serangannya terhadap China, yang mengurangi harapan akan kedua ekonomi terbesar dunia tersebut untuk mencapai kesepakatan.

Sementara menunggu perkembangan hasil pertemuan AS-China yang akan berakhir hari ini, fokus invenstor akan mengarah pada kebijakan moneter dari the Fed yang akan mengumumkan kebijakan suku bunganya (Fed Funds Rate/FFR) dini hari nanti.


Mengutip situs resmi CME Group pada pukul 05:53 WIB hari ini, probabilitas pemangkasan suku bunga acuan the Fed sebesar 25 bps sebesar 79,1%. Naik dari probabilitas kemarin yang sempat berada di level 78,1%. Pemangkasan 50 bps akan menjadi kejutan, tetapi kemungkinannya kecil.

Dari dalam negeri, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kemarin mengumumkan realisasi investasi triwulan II-2019 yang tumbuh 13,7% menjadi Rp 200,5 triliun dari Rp 176,3 triliun di triwulan II-2018 lalu.

Secara keseluruhan capaian investasi hingga semester I-2019 mencapai 49,9% dari total target investasi di 2019. Adapun total target investasi di 2019 mencapai Rp 792,0 triliun, seperti diungkapkan Plt Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan BKPM Farah Ratnadewi Indriani menjelang siang tadi.

Secara teknikal, IHSG menunjukkan potensi penguatan karena kembali bergerak di atas rata-rata nilainya dalam lima hari terakhir (moving average/MA5).

Sumber: Refinitiv
Terbentuknya pola lilin putih (white marubozu) juga memperkuat tersebut di atas, dikarenakan buyer terlihat mendominasi perdagangan dari pada seller.

Ruang penguatannya cukup terbuka lebar, dikarenakan evel jenuh beli (overbought) IHSG masih cukup jauh jika mengacu pada indikator teknikal stochastic slow.

TIM RISET CNBC INDONESIA (yam/hps)

Let's block ads! (Why?)



from CNBC Indonesia https://ift.tt/2OKhEL1
via IFTTT

No comments:

Post a Comment