
Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga konsultan global, E&Y memprediksi empat sektor di luar perbankan akan menjadi target merger dan akuisisi (M&A) yang menarik minat investor global baik investor strategis maupun private equity untuk masuk membenamkan dana dan keahliannya di pasar Indonesia.
Sebanyak empat sektor tersebut yakni health care, life and science, teknologi, media dan hiburan, dan pendidikan. Bahkan media dan entertainment menjadi kejutan karena baru masuk dalam deretan sektor yang potensial jadi target merger dan akuisisi.
Partner Transaction Advisory Services E&Y, Iwan Margono mengungkapkan empat sektor tersebut masuk dalam Global Capital Confidence Barometer yang dirilis E&Y secara global, hasil dari wawancara dengan setidaknya 3.000 eksekutif perusahaan di seluruh dunia.
"Jadi kami baru saja menyelesaikan Global Capital Confidence Barometer 2019 ini, hasilnya 3-4 industri yang menarik untuk merger dan akuisisi. Menariknya, industri-industri ini, again [sekali lagi], berkaitan dengan disrupsi digital ekonomi," kata Iwan, dalam talkshow Closing Bell, dikutip pada Selasa (12/11/2019).
Iwan mengatakan bahwa media dan hiburan memang masuk dalam daftar tersebut. Masuknya sektor ini karena terkait dengan perubahan karakter masyarakat dalam mengkonsumsi konten media sehingga prospek bisnisnya mulai dilirik investor.
"Ini [media dan entertainment] lumayan mengejutkan. Memang penonton atau pembaca kita berbeda, bahkan 5 tahun lalu, sudah berbeda, dulu melihat televisi, sekarang mungkin sudah berbeda. Potensi yang bisa digarap yakni lebih dari 250 juta penduduk.
Mengacu data resmi Global Capital Confidence Barometer, terbitan Oktober 2019, edisi ke-21, disebutkan bahwa media dan hiburan juga berada di urutan pertama daftar sektor unggulan yang jadi target M&A, setelah itu sektor jasa keuangan dan berikutnya teknologi.
Di China, masih dari data E&Y, media dan hiburan juga masuk di urutan ke-2, setelah life science, dan setelah itu teknologi. Di Inggris, nomor satu yakni life science, lalu teknologi dan consumer. Sementara di Jerman, nomor satu yakni jasa keuangan, lalu otomotif dan transportasi serta life science.
Adapun negara Asia yang masuk 10 besar destinasi merger dan akuisisi yakni China (urutan 4), India (7), Jepang (9), Singapura (10), sementara AS masih berada di urutan pertama.
Sebanyak tiga alasan mengapa sektor ini bisa potensial yakni perusahaan media dan hiburan terus beroperasi di pasar yang terus bertransformasi, didorong oleh perubahan dalam konsumsi konten. Kedua, tingginya persaingan untuk konten - dan fasilitas produksi dan bakat kreatif yang memproduksinya. Dan ketiga sektor layanan data dan informasi akan terus aktif.
Perbankan
Di luar potensi bisnis dari empat sektor tersebut, perbankan masih memiliki potensi merger dan akuisisi terutama bank-bank papan menengah dan kecil. Adapun bank dengan modal besar, belum masuk kategori urgen untuk melakukan merger dan akuisisi.
Terakhir, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada akhir Oktober silam juga merampungkan akuisisi PT Bank Royal Indonesia. Bank ini digadang-gadang disiapkan BCA menjadi bank digital dari sebelumnya hanya menyalurkan kredit ke sektor UMKM.
"Contoh BCA, mereka masih ada insentif untuk beli Bank Royal yang akan dijadikan bank digital UMKM.
E&Y berharap ada inisiatif dari bank-bank kelas kecil yakni Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 1 (modal inti Rp 100 miliar hingga Rp 1 triliun) dan bank BUKU 2 (modal inti antara Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun) untuk berkonsolidasi.
"Kita lihat juga bank BUKU 1 dan BUKU 2, walaupun tanpa himbauan [Otoritas Jasa Keuangan/OJK], dengan bertambahnya modal, harusnya mereka lebih efektif, efisien. Ini kan himbauan [OJK], harapannya pasar bisa memaksa mereka [untuk merger dan akuisisi]," tegasnya.
"Bank bank besar belum urgen, level urgency udah mulai yang bank kecil, agar bisa lebih besar dan lebih efisien, move ke digital dalam menghadapi pasar," katanya.
Hanya saja Iwan menegaskan, kendati potensi besar untuk asing masuk, dia berharap investor yang masuk tak hanya suntikan dana tetapi keahlian dalam mendorong geliat ekonomi dalam negeri. '[Investor] masuk harapannya enggak cuma masuk capital, tapi know how-nya untuk memajukan industri."
Simak proyeksi bank di 2020 dari Deutsche Bank
(tas/sef)
from CNBC Indonesia https://ift.tt/2CzJ0uf
via IFTTT
Halo semuanya
ReplyDeleteNama saya JOSEPHINE JUMAWAN CABALLO, saya tinggal di orion bataan, phillipine. Saya ingin berterima kasih kepada ibu yang baik KARINA ROLAND karena telah membantu saya mendapatkan pinjaman yang baik setelah saya mengalami pinjaman pinjaman online palsu yang menipu saya untuk mendapatkan uang tanpa memberikan pinjaman, saya membutuhkan pinjaman selama 2 tahun yang lalu untuk memulai bisnis saya sendiri di kota orion bataan tempat saya tinggal dan saya jatuh ke tangan perusahaan palsu di dubai yang menipu saya dan tidak menawarkan saya pinjaman. dan saya sangat Frustrasted karena saya kehilangan semua uang saya ke perusahaan palsu di dubai, karena saya berutang bank dan teman-teman saya dan saya tidak punya apa-apa untuk dijalankan, pada hari yang sangat setia teman saya memanggil susan Ramirez setelah membaca kesaksiannya tentang bagaimana dia mendapat pinjaman dari Mrs. KARINA ROLAND LOAN COMPANY, jadi saya terpaksa menghubungi Susan Ramirez dan dia mengatakan kepada saya dan meyakinkan saya untuk menghubungi Mrs. KARINA ROLAND bahwa dia adalah ibu yang baik dan saya dipaksa untuk bersikap berani dan saya menghubungi Mrs. KARINA ROLAND dan saya terkejut dengan pinjaman saya yang diproses dan diteruskan dan dalam waktu 6 jam pinjaman saya ditransfer ke akun saya dan saya sangat terkejut bahwa ini adalah keajaiban dan saya harus memberikan informasi tentang kerja yang baik dari Ny. KARINA ROLAND jadi saya menyarankan semua orang yang membutuhkan pinjaman untuk menghubungi email Mrs. KARINA ROLAND LOAN COMPANY: (karinarolandloancompany@gmail.com) atau whatsapp hanya +1 (585) 708-3478 dan saya menjamin Anda bahwa Anda akan memberikan informasi seperti yang saya miliki selesai dan Anda juga dapat menghubungi saya untuk informasi lebih lanjut tentang Mrs.karina Roland email saya: (josephinejumawancaballo@gmail.com) semoga Tuhan terus memberkati dan mencintai ibu KARINA ROLAND untuk mengubah kehidupan finansial saya.