Pages

Thursday, October 31, 2019

Malaysia Cabut dari Cipali: Ini Tol-Tol akan Jatuh ke Asing!

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepemilikan saham perusahaan pengelola Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) bakal berpindah dari investor Malaysia ke Kanada. Tol Cipali salah satu ruas tol yang pengelolaannya kembali jatuh ke perusahaan asing, selain investor lokal.

Sejumlah tol di Indonesia sudah dan dalam proses penjualan ke investor asing. Ada dua investor asing tengah deal-dealan dengan sejumlah konsorsium Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) BUMN maupun swasta.

Perusahaan dana pensiun asal Kanada, Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB) berniat mengakuisisi kepemilikan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dari pemegang saham perusahaan Malaysia. Sedangkan investor asal Hong Kong, Road King Infrastructure Limited, mengincar dua ruas tol milik Waskita Toll Road.


Dua ruas tersebut adalah Tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono. Proses pembelian dua ruas tersebut tengah difinalisasi sejak beberapa bulan terakhir.

"Setelah dana pensiun Kanada kan juga ada investor Hong Kong yang membeli saham Waskita Toll Road," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, kepada CNBC Indonesia, Rabu (30/10/2019.

Danang bilang, dalam 5 tahun ke depan akan banyak terealisasi akuisisi kepemilikan tol. Selama ini, mayoritas tol di Indonesia masih dimiliki BUJT dari kalangan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau anak usahanya.

Dia mengklaim, minat swasta saat ini sangat tinggi untuk terlibat dalam bisnis tol. Dia bilang, pemerintah memang butuh pemain baru di bisnis tol, termasuk dari perusahaan asing.

"Saya kan sudah memperkirakan bahwa 5 tahun ke depan akan banyak terjadi akuisisi kepemilikan di BUJT. Sangat positif karena minat investasi jalan tol tinggi," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Keuangan Waskita Karya Haris Gunawan mengatakan penjualan konsesi tahun ini yang dilego ada 5 ruas. Dari jumlah itu, 2 di antaranya sudah tahap akhir. Tujuan pelepasan kepemilikan ini, agar dana penjualan bisa digunakan untuk pembangunan tol yang lain, agar infrastruktur bisa terus terbangun.

Ia belum bisa mengumumkan karena WSKT merupakan perusahaan publik. Jika kontrak belum ditandatangani belum bisa disampaikan ke publik.

"Tinggal penawaran terakhir mereka lalu tanda tangan," kata Haris pada acara Ngopi Bersama Waskita Karya di Warung Nongkrong, Kompleks Kementerian BUMN Kamis (26/9/2019).

Waskita Toll Road berencana menjual lima ruas lima dari 18 jalan tol yang dikelola perseroan. Penjualan lima ruas jalan tol tersebut dilakukan dengan cara divestasi saham, untuk tahap pertama akan dijual dua ruas terlebih dahulu. Ruas tol milik Waskita yang akan dijual adalah ruas Solo-Ngawi 90 Km dan Ngawi-Kertosono 87 Km.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)

Let's block ads! (Why?)



from CNBC Indonesia https://ift.tt/2PAgYq8
via IFTTT

No comments:

Post a Comment