Pages

Thursday, October 31, 2019

Damai Dagang Hanya Sementara, Strait Times Masuk Zona Merah

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham acuan Singapura melemah pada pembukaan perdagangan hari ini (1/11/2019) seiring dengan memudarnya optimisme pelaku pasar terkait hubungan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks Straits Times dibuka melemah terbatas 0,07% ke level 3.227,6 indeks poin, di mana dari 30 saham yang menghuni indeks acuan bursa saham Singapura tersebut, 7 saham yang mencatatkan kenaikan harga, 16 saham melemah, dan 7 saham tidak mencatatkan perubahan harga.

Kekhawatiran investor terkait perang dagang AS dan China kembali membuncah tatkala beredar kabar pesimisme pihak China bahwa damai dagang hanya akan bersikap sementara.


Pada pagi Kamis (31/10/2019) pagi hari, Bloomberg memberitakan bahwa salah seorang pejabat pemerintahan asal Negeri Tiongkok mulai meragukan tercapainya kesepakatan perdagangan jangka panjang dengan Negeri Paman Sam, meskipun kedua belah pihak sedang dalam tahap finalisasi 'fase pertama', dilansir CNBC International.

"Para pejabat China menyampaikan harapan yang rendah bahwa negosiasi di masa depan dapat menghasilkan sesuatu yang berarti-kecuali AS bersedia untuk menurunkan lebih banyak tarif," tulis laporan Bloomberg.

Pihak China juga dikabarkan khawatir akan 'sifat impulsif' Presiden AS Donald Trump dan resiko bahwa dia Trump bisa saja mundur dari segala jenis kesepakatan.

Kabar tersebut tentu sangat mengejutkan pelaku pasar karena belakang ini berita yang beredar menginformasikan bahwa delegasi Washington dan Beijing sedang mengusahakan untuk segera menyelesaikan teks perjanjian kesepakatan fase pertama. Perwakilan dagang kedua negara bahwa akan kembali berkomunikasi lewat telpon besok (1/11/2019).

"Delegasi perdagangan China dan AS tetap dalam komunikasi yang erat dan saat ini terdapat kemajuan yang mulus dalam negosiasi," ujar pernyataan yang ditulis oleh Kementerian Perdagangan China.

"Kedua belah pihak akan terus mendorong negosiasi dan pekerjaan lain sesuai rencana semula," tambah pernyataan tersebut.

Terlebih lagi Presiden AS Donald Trump melalui akun Twitter pribadinya mengatakan bahwa lokasi penandatanganan perjanjian damai dagang dengan Presiden Xi Jinping akan diumumkan dalam waktu dekat

Jika pada akhirnya kekhawatiran pihak Negeri Tiongkok menjadi kenyataan, alias masih terdapat potensi ekskalasi perang dagang, tentu ini bukan berita baik bagi perekonomian global.

Pada hari ini tidak ada rilis data ekonomi dari Singapura yang patut dicermati investor.

TIM RISET CNBC INDONESIA (dwa/dwa)

Let's block ads! (Why?)



from CNBC Indonesia https://ift.tt/31Z8Im8
via IFTTT

No comments:

Post a Comment