Pages

Monday, September 30, 2019

Mundurnya Direksi Sriwijaya Air, UNVR akan Stock Split

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan ditutup dengan pelemahan 0,45% ke level 6.169,1 pada perdagangan awal pekan ini, Senin (30/9/2019).

Kinerja IHSG senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang juga sedang ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei jatuh 0,56%, indeks Shanghai melemah 0,92%, dan indeks Straits Times terkoreksi 0,24%.

Potensi memanasnya hubungan AS-China di bidang perdagangan menjadi faktor yang memantik aksi jual di bursa saham Benua Kuning.

Cermati aksi dan peristiwa emiten berikut ini yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia sebelum memulai perdagangan Selasa (1/10/2019).

1.Tak Digubris, 2 Direksi Sriwijaya Air Mundur

Tak tanggung-tanggung, sebanyak dua direksi Sriwijaya Air Group mundur dari jabatannya sebagai buntut dari pertikaian bisnis yang terjadi dengan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Kedua direksi yang mundur tersebut, adalah Direktur Operasi Capt. Fadjar Semiarto dan Direktur Teknik Romdani Ardali Adang.

Fadjar mengatakan sudah menyampaikan surat kepada direktur utama Srijaya Air terkait dengan kondisi penerbangan. Namun surat tersebut belum direspons.

"Maka kami berdua memutuskan untuk mengundurkan diri untuk menghindari conflict of interest," kata Fadjar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin ini (30/9/2019)

Romdani menambahkan, sejak putus dengan Garuda Maintenance Facilities dirinya cukup khawatir. "Tidak lebih baik saya mengundurkan diri. Demikian," katanya.

2.6 Bank Setujui Restrukturisasi Krakatau Steel

Enam bank yang menjadi kreditur PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyetujui restrukturisasi utang KRAS beserta anak usaha. Dengan disetujuinya restrukturisasi, beban utang KRAS menjadi berkurang dan jangka waktu pelunasan pinjaman menjadi lebih panjang.

Keenam bank melakukan perjanjian adendum yang menyetujui restrukturisasi tersebut antara lain PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengutarakan tujuan dari restrukturisasi tersebut untuk menyehatkan kondisi keuangan Krakatau Steel beserta beberapa anak usahanya, antara lain: Krakatau Wajatama, PT meratus Jaya Iron & Steel, PT KHI Pipe Industries, dan PT Krakatau Engineering.

"Ini adalah bentuk upaya Krakatau Steel dan Anak Perusahaan dalam melakukan restrukturisasi secara menyeluruh dalam rangka menyehatkan kinerja finansial secara berkelanjutan (sustainable)," kata Silmy Karim, Senin (30/9/2019) di Jakarta.



BERLANJUT KE HAL 2 >>>> (sef/sef)

Let's block ads! (Why?)



from CNBC Indonesia https://ift.tt/2mvo7Mo
via IFTTT

No comments:

Post a Comment