Pages

Saturday, August 31, 2019

Makin Rusuh! Demonstran Akan Blokir Bandara Hong Kong

Jakarta, CNBC IndonesiaDemonstran berencana untuk memblokir jalan menuju Bandara International Hong Kong setelah malam yang mencekam karena kerusuhan yang terjadi malam sebelumnya.

Pemimpin demo telah mendesak masyarakat untuk memenuhi jalanan serta jalur kereta api menuju Bandara pada Minggu dan Senin yang bisa berpotensi mengganggu penerbangan. Ini merupakan imbas dari stress test yang gagal direncanakan akhir pekan lalu.

Pada Sabtu malam menjelang dini hari, polisi harus menembakkan gas air mata, water canon dan peluru karet. Aksi ini dibalas dengan pelemparan bom molotov oleh pengunjuk rasa sehingga meningkatkan suhu bentrokan antara keduanya.


Hal ini membuat sejumlah pihak berwajib harus melepas dua kali tembakan peringatan untuk memperingati pengunjuk rasa. Keadaan ini akhirnya membuat beberapa rangkaian perjalanan kereta bawah tanah terganggu. Terlihat dalam tayangan televisi orang-orang dipukuli dan meringkuk di lantai. Tiga stasiun ditutup pada Minggu pagi.

"Sekelompok besar pemrotes berpartisipasi dalam majelis tidak sah di berbagai distrik sejak kemarin, meskipun polisi keberatan dan memberi peringatan. Tingkat kekerasan meningkat dengan cepat dan tindakan ilegal mereka tidak memperhatikan hukum Hong Kong," kata pihak kepolisian.

Protes tersebut yang menyebabkan tiga jalan utama terblokir terjadi setelah momen lima tahunan keputusan Tiongkok untuk membungkam reformasi demokrasi di Hong Kong. Protes dimulai pada pertengahan Juni, dipicu oleh kemarahan atas RUU ekstradisi yang sekarang ditangguhkan. Ini memungkinkan orang-orang di kota itu dikirim ke Cina daratan untuk diadili di pengadilan yang dikendalikan oleh Partai Komunis.

Namun kerusuhan telah berkembang selama 13 minggu berturut-turut menjadi tuntutan luas akan demokrasi yang lebih besar di wilayah yang diyakini banyak warga semakin dikendalikan oleh Beijing. Sementara itu Tiongkok membantah ikut campur dalam urusan Hong Kong.


Sebagaimana diketahui, Hong Kong telah kembali ke Tiongkok setelah formula perjanjian yang berakhir pada 1997. Kejadian ini memungkinkan terjadinya satu negara dengan dua sistem

Hong Kong dikembalikan ke Cina pada 1997 oleh Inggris setelah perjanjian yang terjadi antara keduanya. Dengan bergabungnya kembali Hong Kong ke Tiongkok artinya kebebasan tak bisa dinikmati oleh negara tersebut. Misalnya hak untuk protes serta sistem hukum independen.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)

Let's block ads! (Why?)



from CNBC Indonesia https://ift.tt/30OkWhB
via IFTTT

No comments:

Post a Comment