Pages

Saturday, August 31, 2019

Ini Cara Yayasan Salurkan Hobi Beramal Orang Tajir

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak orang dermawan atau filantropis yang menyumbangkan hartanya untuk kegiatan-kegiatan sosial. Alasannya pun satu yakni kemanusiaan, pembangunan negara dan perubahan hidup yang jauh lebih baik.

Ada berbagai macam bentuk yang di arahkan tentunya untuk menyalurkan dana tersebut. Beberapa diantaranya untuk, lingkungan hidup, pendidikan dan kesehatan.

Biasanya para orang kaya itu pun bekerjasama dengan yayasan terpercaya untuk menjalankan program-program tersebut, sehingga dapat berkembang. Lantas bagaimana cara yayasan menggunakan dana tersebut? CNBC Indonesia telah merangkum beberapa contoh yayasan sosial yang menyalurkan dana dari para crazy rich dalam acara peluncuran Investasi Sambil Beramal yang digelar oleh IndoSterling Aset Manajemen, Kamis (1/9/2019).

Berikut paparannya:


Yayasan Pita Kuning Indonesia

Yayasan yang memberikan pendampingan dan bantuan psikososial untuk pasien pejuang kanker usia anak dari keluarga pra-sejahtera ini telah berjalan selama 13 tahun. Adapun dana yang diterima donatur akan berkaitan dengan pengobatan dan perawatan baik di rumah sakit maupun di rumah yang tidak ditanggung BPJS.

Secara berkala, relawan pendampingan Pita Kuning, mengunjungi anak-anak yang sakit dan Keluarga untuk memenuhi kebutuhan psikososial anak, juga memantau kebutuhan yang diperlukan agar tepat manfaat.

"Kami telah berdiri sejak 13 tahun. Pita Kuning bukan hanya bantuan uang saja yang diberikan tapi jauh dari itu kepedulian dan empati sangatlah dibutuhkan karena anak-anak penderita kanker butuh dukungan dan semangat," kata Indro sebagai pengawas Yayasan Pita Kuning.

Dia menuturkan bahwa Pita Kuning hadir untuk mengembalikan hak hak anak dan keluarga pasien dengan kanker hingga kualitas hidup mereka menjadi lebih baik. Penyaluran donasi yang diterima oleh Pita Kuning juga diberikan untuk kebutuhan keluarga pasien yang tidak mampu, piknik edukatif yang rutin untuk penderita dan memantau kebutuhan yang diperlukan.

NEXT ke halaman berikutnya >>>>>

(dob/dob)

Let's block ads! (Why?)



from CNBC Indonesia https://ift.tt/32kA4nq
via IFTTT

No comments:

Post a Comment