Pages

Friday, August 30, 2019

Pekan Berkilau, Harga Emas Antam Tembus Rekor Baru!

Jakarta, CNBC Indonesia - Awal pekan ini harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyentuh rekor tertingginya sepanjang masa.

Harga Logam Mulia (LM) Batangan ukuran 100 gr yang lumrah dijadikan acuan transaksi emas, pada 26 Agustus berada di level Rp 725.000/gram, sedangkan harga LM Batangan ukuran 1 gr dihargai Rp 774.000.

Memanasnya sengketa dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China mendongkrak kenaikan harga emas dunia yang secara tidak langsung menstimulis kenaikan harga emas Antam.

Seperti diketahui, logam mulia termasuk dalam instrumen lindung nilai (hedging) yang dipilih investor untuk menghindari risiko dan dianggap lebih aman (safe haven instrument) ketika pasar global berkontraksi.

Aksi balas (retaliasi) ancam dilakukan China pada Jumat malam pekan lalu atau pagi hari waktu AS terhadap rencana penaikan tarif impor oleh Negeri Paman Sam. Presiden AS Donald Trump kemudian mengirim serangan tarif balasan terhadap retaliasi tersebut.

Aksi balas-membalas pekan lalu tersebut berawal dari rencana penaikan tarif impor oleh China menjadi 10% dibandingkan sebelumnya sebesar 5% terhadap produk impor AS senilai US$ 75 miliar. Rancangan tersebut diniatkan akan berlaku efektif pada waktu yang sama dengan rencana pengenaan AS sebelumnya, yaitu September dan Desember.

Selain itu, Beijing juga berencana untuk mengenakan tarif impor senilai 15% untuk mobil buatan AS dan 5% terhadap komponen otomotif AS. Pasca rencana tersebut, Trump langsung membalas kontan langkah China dengan menaikkan rencana tarif produk impor Negeri Tirai Bambu senilai US$ 300 miliar menjadi sebesar 15% dari rencana sebelumnya sebesar 10%.

Tidak sampai di situ, tarif impor produk China senilai US$ 250 miliar lainnya yang telah terkena tarif sebesar 25% akan dinaikkan menjadi sebesar 30% dan berlaku efektif per 1 Oktober 2019. Gedung Putih juga mengatakan pada Minggu lalu bahwa Trump berniat menaikkan tarif pada barang yang diimpor dari China lebih besar lagi dari yang disampaikan sebelumnya.

Akan tetapi, situasi mereda saat Negeri Tiongkok menunjukkan niatnya untuk menyelesaikan sengketa dagang dengan AS dan menentang ekskalasi lebih lanjut, dilansir dari CNBC International.

"Kami dengan tegas menolak ekskalasi perang dagang dan bersedia untuk bernegosiasi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan masalah ini dengan sikap yang tenang," ujar Gao Feng, juru bicara Kementerian Perdagangan China, dikutip dari CNBC International.

Gao Feng juga menyatakan saat ini tim dari kedua negara sedang membahas pertemuan tatap muka dalam waktu dekat.

"Sejauh yang saya tahu, delegasi kedua negara terus melakukan komunikasi yang efektif. Kami berharap AS menunjukkan ketulusan dan aksi konkret," kata Gao, seperti diwartakan Reuters.

Asa damai dagang yang kembali muncul, memantik risk appetite investor untuk kembali berinvestasi di aset-aset beresiko dan meninggalkan aset aman seperti emas, sehingga membuat harga logam mulia tersebut mulai turun di akhir pekan.

TIM RISET CNBC INDONESIA

(dwa/dru)

Let's block ads! (Why?)



from CNBC Indonesia https://ift.tt/2LjQZQ8
via IFTTT

No comments:

Post a Comment